Habitat, Klasifikasi dan Macam Archaebacteria Terlengkap

Monday, April 10th, 2017 - Bakteri

Macam Archaebacteria  Materi biologi yang akan kami bahas pada waktu sekarang ini yakni tentang Archaebacteria, untuk teman teman yg merasa belum memahami materi biologi yang satu ini karena saat dikelas tidak fokus memperhatikan penjelasan dari guru dan ingin kembali mempelajari Archaebacteria dirumah, kiranya membaca ulasan materi Archaebacteria yang akan kami jelaskan pada artikel ini bisa membuat kamu lebih memahami lagi tentang materi biologi yang satu ini.

Langsung saja untuk Pengertian Archaebacteria ialah merupakan kelompok atau kumpulan bakteri purba yang bisa bertahan hidup pada tempat tempat yang bisa dikatakan ekstrim seperti telaga garam dan sumber air panas. Melihat Tempat dan Habitat Archaebacteria, bisa disimpulkan bahwa Bakteri Archaebacteria ini merupakan bakteri yang mempunyai daya tahan tubuh yang begitu kuat karena bisa bertahan hidup di air panas sekalipun. Padahal jika jenis bakteri lainnya yang biasa hidup di air, jika air direbus langsung maka bakteri tersebut akan mati namun berbeda dengan Bakteri Purba Archaebacteria ini.

Habitat dan Macam Archaebacteria

Dan berdasarkan Ekologi dan Metabolismenya, Klasifikasi Archaebacteria ini dibagi menjadi 3 kelompok, diantaranya Bakteri Archaebacteria Termo Ekstrim, Bakteri Archaebacteria Halofil Ekstrim dan Bakteri Archaebacteria Metanogenik. Untuk mengetahui lebih jelasnya lagi ketiga Macam Archaebacteria ini, silahkan teman teman simak penjelasan lengkap dan rincinya yang ada dibawah ini.

Bakteri Archaebacteria Termo Ekstrim

Macam Bakteri Archaebacteria yang pertama yaitu Termo Ekstrim atau juga sering disebut dengan Termoasidofilik, kelompok bakteri yang satu ini biasa hidup dengan cara mengoksidasi sulfur di tempat yang bersifat asam (pH 1-2) dan bersuhu tinggi (110C) seperti mata air bersulfur dan kawah vulkanis. Kemudian untuk Peranan dan Fungsi Archaebacteria Termo Ekstrim (Termoasidofilik) dikehidupan manusia, penjelasannya bisa dilihat dibawah ini

  1. Ada beberapa kelompok Archaebacteria yang digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan.
  2. Kemudian untuk lingkup industri, bakteri yang satu ini dimanfaatkan untuk mengubah pati jagung menjadi karbohidrat atau Dekstrim.
  3. Dan perananan Archaebacteria bagi kehidupan manusia yaitu digunakan untuk meningkatkan kemampuan deterjen dan sabun cuci pada suhu dan pH tinggi.

Bakteri Archaebacteria Halofil Ekstrim

Jenis Bakteri Archaebacteria yang kedua sering disebut dengan Halofil Ekstrim, dimana Halofilik ini bersifat heterotrof. Kelompok Archaebacteria yang satu ini biasanya hidup pada tempat yang mempunyai kadar garam yang tinggi, seperti air laut mati dan danau asin. Untuk mendapatkan energi, bakteri yang satu ini melakukan respirasi aerobik sehingga mampu menghasilkan energi. Kemudian untuk cirinya, bakteri ini memiliki sebuah klorofil bacteriorhadopsin yang berwarna ungu.

Bakteri Archaebacteria Metanogenik

Dan Macam Archaebacteria yang ketiga ini disebut dengan Metanogenik, kelompok bakteri ini dapat menghasilkan CH4 (metana) dengan cara proses mereduksi CO2 (karbondioksida). Lalu untuk sifatnya, bakteri ini bersifat kosmosintetik, anaerobik dan mampu hidup pada suhu yang tinggi karena protein, DNA dan membran selnya telah beradaptasi. Perlu teman teman ketahui, bakteri yang satu ini mampu berkembang biak pada suhu 980C lalu akan mati disuhu 840C dan untuk contoh bakteri yang satu ini yakni Methanococcus.

Sekian pembahasan materi biologi tentang Pengertian, Habitat dan Macam Archaebacteria yang bisa kami sampaikan kepada teman teman semua, kami berharap dengan adanya ulasan materi biologi ini bisa menambah dan mengetahui lebih dalam lagi tentang materi Bakteri Archaebacteria. Kemudian untuk teman teman yang juga ingin mengulas kembali materi biologi sebelum Archaebacteria, teman teman bisa juga membaca materi biologi ANNELIDA yang sudah kami jelaskan secara lengkap dan detail pada kesempatan yang sebelumnya.